Nadiem Makarim : KIP Kuliah Merdeka berlanjut 2022

Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama Rektor IPB University Arif Satria saat jumpa pers di depan Auditorium Fakultas Ekonomi IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021). ANTARA/Linna Susanti/aa.

BOGOR — Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka telah mengubah sistem beasiswa sebelumnya, sehingga akan berlanjut pada 2022

“Hari ini kita temanya bicara KIP K Merdeka. KIP K Merdeka itu kita lakukan tahun pertamanya tahun ini yang akan kita lanjutkan tahun depan,” kata Nadiem dalam jumpa pers usai menyerahkan KIP K Merdeka kepada beberapa mahasiswa IPB University di Auditorium Fakultas Ekonomi kampus setempat.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan dengan ada perbedaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebelumnya dengan KIP Kuliah Merdeka yang mulai berlaku pada 2021 diharapkan memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia, baik berasal dari desa maupun kota.

Calon mahasiswa tidak perlu ragu bercita-cita ingin kuliah pada program studi (prodi) terakreditasi A yang biayanya cukup mahal. KIP Kuliah Merdeka sudah tidak lagi memukul rata besaran beasiswa dan bantuan biaya hidup, sehingga orang tua maupun calon mahasiswa tidak percaya diri memilih prodi ataupun universitas, karena masih keberatan dengan kekurangan biaya dari beasiswa KIP.

“KIP K Merdeka mengubah sistem, sekarang bantuan biaya hidupnya itu tergantung kotanya, di kota yang mahal semakin besar biaya hidupnya,” ujar Nadiem.

Selain itu, pada beasiswa KIP Kuliah Merdeka setiap mahasiswa menerima bantuan biaya kuliah, disesuaikan dengan tingkat akreditasi program studi (prodi) yang dipilihnya.

Jika terpilih mendapatkan prodi berakreditasi A, mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa maksimal Rp12 juta dan prodi akreditasi B diberi beasiswa maksimal Rp4 juta dan prodi akreditasi C maksimal Rp2,4 juta.

Menurut Nadiem, dengan perubahan sistem beasiswa KIP Kuliah Merdeka, siswa yang kurang mampu tetapi pintar dan layak mendapatkan prodi terakreditasi A bisa lebih percaya diri melalui beasiswa itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan