NASIONAL

Musim Hujan, BMKG: Semua Harus Bersiap dan Waspada

×

Musim Hujan, BMKG: Semua Harus Bersiap dan Waspada

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers bertajuk "Pandangan Iklim 2025" yang disiarkan secara daring di Jakarta, Senin (4/11/2024) (Riezko Bima Elko Prasetyo)
Tangkapan layar- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers bertajuk "Pandangan Iklim 2025" yang disiarkan secara daring di Jakarta, Senin (4/11/2024) (Riezko Bima Elko Prasetyo)

Gambaran kondisi iklim tahun 2025 ini dianggap oleh para ahli iklimatologi dan geofisika BMKG sebagai kesempatan strategis bagi wilayah-wilayah sentra pangan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Bank bjb Tandamata

Sementara di sisi lainnya, Dwikorita menggarisbawahi bahwa semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, dan seterusnya, termasuk kalangan masyarakat untuk pula melakukan upaya dini mencegah bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi selama periode musim hujan tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terakhir pada tahun 2023 Indonesia mengalami lebih dari 5.400 kejadian bencana, 95 persen diantaranya adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga badai atau angin kencang.

Upaya mitigasi dapat dilakukan seperti memastikan tidak ada penyumbatan saluran pembuangan air atau drainase, membersihkan aliran sungai dari sampah, menghindari daerah rawan bencana dan senantiasa melakukan pemantauan penuh sumber informasi dinamika cuaca dari BMKG dan lembaga terkait lainnya.

BMKG juga mendorong upaya pemanfaatan curah hujan ini untuk mengisi waduk, bendungan, irigasi, dan embung-embung air demi menjamin ketahanan air dan energi persiapan musim hari tanpa hujan yang dapat memicu bencana kebakaran pada hutan dan lahan tahun depan.

Kondisi tersebut salah satunya dikarenakan suhu udara permukaan rata-rata bulanan di wilayah Indonesia mulai Januari sampai dengan Desember 2025 diprediksi akan mengalami pergeseran berkisar antara +0.3 sampai dengan +0.6 derajat Celcius.(*)