Namun, Menkes Budi tak merinci apakah vaksin tersebut gratis, atau harus membayar berapa, dan bagaimana mekanismenya. Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas 6 bulan sesudah dosis kedua.
“Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini dan jenis boosternya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama ada yang heterolog jenis vaksinnya berbeda,” katanya.
Ia menegaskan secara rinci dan detail akan bisa segera diputuskan tanggal 10 Januari. Tentunya setelah menunggu keluarnya rekomendasi dari ITAGI dan BPOM.






