NASIONAL

Melihat Naskah Manuskrip Sunda Terbanyak di Dunia Ada di Perpusnas

×

Melihat Naskah Manuskrip Sunda Terbanyak di Dunia Ada di Perpusnas

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz (kiri) menerima naskah manuskrip Sunda secara simbolis dari Ketua Yayasan Budaya Ngariksa Lukman Hakim Saifuddin (kanan) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (7/8/2024). (Lintang Budiyanti Prameswari)
Pelaksana Tugas Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz (kiri) menerima naskah manuskrip Sunda secara simbolis dari Ketua Yayasan Budaya Ngariksa Lukman Hakim Saifuddin (kanan) di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (7/8/2024). (Lintang Budiyanti Prameswari)

Menurutnya, meski naskah aslinya sudah ada, tetapi jika hanya disimpan maka akan ringkih dan sulit untuk terbaca, untuk itu, seluruh naskah tersebut akan didigitalisasi dan ditayangkan dalam platform Khasanah pusat Nusantara (Khastara), sehingga para peneliti dapat mengakses data yang ada di dalam naskah untuk dilakukan riset.

Bank bjb Tandamata

“Setelah mengetahui metadatanya, silakan dibaca melalui metadata itu. Pemanfaatan selanjutnya adalah bukan hanya mereka yang menjadi peneliti yang bisa memanfaatkan naskah ini, tetapi dari sisi Perpusnas, saya menginisiasi agar naskah-naskah tersebut diolah menjadi bahan bacaan untuk literasi,” tuturnya.

Koleksi naskah Sunda Yayasan Ngariksa didominasi tulisan beraksara Pegon dan berbahasa Sunda, sebagian kecil dalam bahasa Jawa dan Arab. Isi naskah terangkum dalam tiga kata kunci: Islam, Sunda, dan masyarakat.

Pada masanya, naskah-naskah tersebut merupakan catatan masyarakat Sunda yang kental dengan keislaman dalam konteks ritual, nasihat, sastra, dan hukum. Ada juga petunjuk tentang pemilihan waktu yang tepat (primbon) dan siklus pertanian.(*)