Ini merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana, disamping ujian komperehensif, munaqosah dan skripsi.
“Setelah bisa membaca tentunya mahasiwa harus juga memahaminya, jangan sampai mahasiswa yang membaca tidak tahu apa yang didalamnya. Terlebih kesananya harus bisa tafsirnya,” jelasnya.
Di sisi lain, dengan meningkatnya literasi diharapkan mahasiswa ke depan pandai membaca media. Mana yang benar-benar bermanfaat dan tidak. Sehingga, secara tidak langsung bisa menangkal berita hoax.
“Berita hoax ini bisa ganggu persahabatan, menimbulkan fitnah, kebencian dan lainnya. Padahal sudah jelas dalam Islam, apabila mendapatkan kabar berita bertabayun lah, cek dan telitilah kebenarannya,”pungkasnya.
(bal)



