NASIONAL

Masyarakat Diminta Waspadai Hoax

RADARSUKABUMI, CIANJUR – Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar waspada penyebaran hoax dan fitnah oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab jelang Pilpres 2019.

Menurutnya, saat-saat ini menjadi momen yang banyak sekali berita hoax dan fitnah diproduksi dan disebarkan.

Demikian disampaikan Jokowi di sela-sela pembagian surat keputusan sertifikat perhutanan sosial, di Wana Wisata Poklan, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat.

“Jangan dengerin yang namanya fitnah-fitnah. Sekarang ini fitnah dimana-mana. Apalagi sudah masuk tahun politik seperti ini,” tegasnya, Jumat (8/2/2019).

Karena itu, ia juga meminta masyarakat selalu berhati-hati saat menerima suatu kabar tertentu. “Hati-hati, saya titip ini aja. Dimana-mana semburan dusta makin banyak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyarankan agar masyarakat menggunakan rasionalistas berfikir saat menerima kabar tertentu yang belum tentu kebenarannya.

Loading...

“Gunakan rasionalitas kita, pikiran kita. Kalau ada kabar-kabar seperti itu, kita pikir, itu bener apa tidak,” tuturnya.

Menurutnya, sering kali masyarakat lebih dulu dan langsung menggunakan emosional saat menerima kabar hoax dan fitnah. Ia lantas mencontohkan kalimat yang kerap disampaikan pelawak Cak Lontong.

“Gunakan ini (meletakkan jari telunjuknya di kening, red). Kalau kata Cak Lontong itu, mikir. Mikir,” ucapnya disambut tawa hadirin.

Presiden Indonesia, Joko Widodo menyampaikan sambutan di acara pembagian surat keputusan sertifikat perhutanan sosial, di Wana Wisata Poklan, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019). (guruh/pojoksatu)

Ia menambahkan, segala macam bentuk fitnah dan berita hoax sejatinya mudah sekali dipatahkan jika menggunakan rasionalitas berfikir dan logika. “Oh, gak logis ini. Oh, fitnah ini. Oh ini Hoax ini. Ya sudah, gak usah didengerin. Gitu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo membagikan Surat Keputusan sertifikat perhutanan sosial atas 13.900 hektare lahan garapan.

Belasan lahan garapan tersebut diberikan kepada 8.900 kepala keluarga. Masing-masing petani penggarap mendapatkan 1,5 hektare.

 

(ruh/pojoksatu)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button