Masjid Dirusak Massa, Mahfud MD: Ini Masalah Sensitif

  • Whatsapp

JAKARTA – Pengrusakan masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat mendapat tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Mahfud meminta agar kasus pembakaran masjid Ahmadiyah ini segera diselesaikan.

Bacaan Lainnya

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan seluruh perkara yang terjadi harus dituntaskan sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalimantan Barat agar segera ditangani kasus ini dengan baik, dengan memperhatikan hukum, memperhatikan kedamaian dan kerukunan, juga memperhatikan perlindungan terhadap hak azasi manusia,” kata Mahfud kepada wartawan, Sabtu (4/9).

Mahfud menuturkan, berdasarkan komunikasi tersebut, Kapolda dan Gubernur sudah turun tangan menangani kasus tersebut.

BACA: Alissa Wahid: Ada Polisi, Mengapa Pengrusakan Dibiarkan Pak Jokowi?

Oleh karena itu, Mahfud meminta semua pihak agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Ini masalah sensitif, semuanya harus menahan diri. Kita hidup di negara kesatuan Republik Indonesia dimana hak-hak asasi manusia dilindungi oleh negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menurutnya, negara menjamin terhadap orang yang berusaha hidup dengan nyaman di daerah yang dia kehendaki.

“Kehadiran negara ini yang pertama-tama sebenarnya adalah melindungi hak asasi menusia, martabat manusia, maka kita merdeka. Dari perlindungan terhadap martabat manusia itu lalu kita menggariskan apa tujuan bernegara ini, kesejahteraan umum. Ini yang harus dijaga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Masjid Ahmadiyah di kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dirusak massa setelah menggelar ibadah salat Jumat. Video aksi anarkis ini pun tersebar di media sosial.

Dalam video terlihat ratusan orang menggereduk masjid tersebut. Mereka merusak masjid dan bangunan di dekatnya. Tampak pula ada bagian bangunan yang dibakar oleh massa.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar terjadi peristiwa itu, ada bangunan yg dirusak dan dibakar,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (3/9).

Donny menyampaikan, saat ini personel gabungan TNI-Polri berjumlah 300 orang dikerahkan ke lokasi kerusuhan. Diperkirakan massa yang melakukan pengerusakan berjumlah 200 orang. (jawpaos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *