Bob menambahkan, saat ini PLN menyediakan REC dari Pembangkit Listrik Terbarukan Tenaga Panas bumi Kamojang dengan kapasitas 140 MW. Ke depan, PLN akan mendaftarkan pembangkit listrik terbarukan lainnya yang lebih beragam dengan teknologi terkini sesuai kebutuhan industri di Indonesia.
“Karena kami berkomitmen, penjualan REC akan dikembalikan untuk mengembangkan kapasitas pembangkit EBT di Indonesia guna mencapai target nasional energi terbarukan pada tahun 2025,” tambah Bob.
Sementara itu, Plant Manager AIO Pasuruan, As’ad Abdul Wahid, sangat mengapresiasi program REC yang dihadirkan oleh PLN. Seiring dengan anjuran dari AIO pusat di Jepang, adanya program REC memfasilitasi semangat perusahaan terhadap penggunaan energi baru terbarukan dalam kegiatan produksi.
“Listrik adalah energi paling krusial agar kegiatan produksi bisa berlangsung. Kualitas daya listrik juga menjadi concern dan saya berharap makin bisa diandalkan sehingga proses produksi makin optimal,” tutup As’ad.






