JAKARTA — Hujan deras kembali mengguyur kawasan lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selama hampir satu jam pada Rabu (8/12) malam. Hujan disertai gemuruh dan sesekali mengeluarkan cahaya kilat sejak pukul 22.00 WIB.
”Hujan seperti ini membuat kami waswas. Takut terjadi banjir lahar dingin. Semoga tidak ada apa-apa,” ujar salah seorang warga Sumberwuluh seperti dilansir dari Antara di sekitar balai desa setempat.
Sekitar pukul 23.00 WIB, hujan agak reda, namun tetap gerimis. Kondisi itu membuat beberapa warga lainnya tetap berjaga-jaga.
Pada Selasa (7/12) malam, hujan dengan durasi dan intensitas sama juga terjadi hingga mengakibatkan banjir bandang di beberapa sungai yang airnya berhulu di Gunung Semeru.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyatakan tengah mempersiapkan langkah untuk melakukan relokasi bagi warga wilayah tersebut yang menjadi korban letusan Gunung Semeru.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, relokasi akan dilakukan bagi warga yang rumahnya hancur dan tidak lagi bisa dihuni akibat tertimbun material vulkanik Gunung Semeru. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah memetakan dan mencari lokasi yang tepat guna pelaksanaan relokasi tersebut.
”Lahan yang dipergunakan adalah lahan milik pemerintah daerah atau Perhutani. Biaya untuk pembangunan rumah warga di lokasi baru tersebut akan menggunakan pendanaan dari pusat melalui APBN,” kata Thoriqul Haq.
Terkait kerusakan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Lumajang akibat letusan Gunung Semeru, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. ”Ini akan kita data dulu. Mana yang bisa (dipergunakan lagi), mana yang tidak. Belum ada keputusan terkait itu,” tutur Thoriqul Haq.






