Komnas HAM : Eksekusi Brigadir J Tak Sampai 10 Menit

Bharada E
Brigadir J dan Bharada E

JAKARTA -– Time line menjadi salah satu pegangan dari Komnas HAM dalam menguak peristiwa tewasnya Brigadir J di rumah Ferdy Sambo. Hal tersebut diungkapkan oleh M Choirul Anam selaku Komisioner Komnas HAM yang menyamaikan bahwa peristiwa tewasnya Brigadir J dalam waktu yang sangat singkat.

“Teman-teman bilang bahwa kejadian tewasnya Brigadir J 30 menit, namun dari data Komnas HAM lebih singkat, 10 menit, Komnas HAM lebih singkat untuk melihat bagai mana peristiwa tewasnya Brigadir J,” jelas Anam.

Bacaan Lainnya

Anam menambahkan bahwa eksekusi Brigadir J tak sampai 10 menit. “Kita punya time line 16.31 WIB dan itu Brigadir J masih hidup dan setelah itu sudah tidak ada komunikasi,” jelas Anam.

Dari hasil penyelidikan bahwa 16.31 WIB komfirm bahwa Brigadir J berada di Duren Tiga dan hidup, hal tersebut berdasarkan dari data yang kami kumpulkan. Peristiwa tewasnya sangat singkat namun saat ini kami masih menguji dan memperjelas time line yang ada mulai dari 16.31 WIB hingga masuk ke rumah sakit.

Terkait dengan singkatnya waktu tersebut Anam mengatakan bahwa Komna HAM hingga saat ini masih belum pernah mesuk kedalam ruang pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam salah satu wawancara di televisi swasta.

Sebelumnya pihak Komnas HAM mengatakan bahwa pada Jumat 5 Agustus bahwa Komnas HAM masih mengolah data yang di dapat dari berbagi pihak, termasuk dari 15 HP yang di dapat dari tim Siber Polri.

Data dari HP tersebut nantinya akan digunakan salah satunya dalam menguatakan time line peristiwa kejadian tewasnya Brigadir J. “Kami memiliki time line tidak hanya sehari sebelum tewasnya Brigadir J, namun jauh sebelum itu bahkan dua hingga tiga minggu sebelum peristiwa tewasnya Brigadir J,” jelan Anam.

Sebelumnya pada Jumat 5 Agustus Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan terhadap tim Labfor dan Siber Polri, di mana Komnas HAM berhasil mendapatkan sebanyak 15 HP dari para saksi

Beka Ulung Hapsara selaku Komisioner Komnas HAM mengungkapkan bahwa hari ini kami meminta keterangan dari tim Siber Polri “Sampai sejauh ini sudah mengumpulkan 15 handphone dan 10 telah diperiksa serta 5 sedang dalam proses analisa,” tambah Bekas.

Dalam pemeriksaan tersebut kami mendapatkan foto, dokumen, kontak, akun, percakapan chat dan dokumen lainnya. “Selain itu kami juga mendapatkan raw material dimana bahan ini akan di periksa dengan lebih lanjut,” papar Beka.

M Choirul Anam ikut menambahkan bahwa pemeriksaan tim Siber dilakukan hari ini karena tim Balistic tidak bisa dilakukan dan diundur pada Rabu 10 Agustus. “Hal tersbut dikarenakan tim Balistik mempunyai perkembangan yang menurut mereka penting agar bisa dapat memberikan penjelasan yang lebih tepat,” jelas Anam.

Pos terkait