Riyadh mengatakan jika pemeriksaan berjalan lancar. Selama 5 jam itu, Iwan Bule dicecar 45 pertanyaan. Beberapa diantaranya terkait identitas diri, legalitas federasi, struktur, peran dan tugas pokok PSSI ke klub, PT LIB sampai panpel,
“Sampai security (pengamanan), matchcom (pengawas), semua sudah lengkap sesuai prosedur, tahapan gimana, memprogram pertandingan jadwalnya sampai pengawasan akhir sudah ditanyakan,” papar dia.
Seperti diketahui, tragedi di Stadion Kanjuruhan itu menewaskan 133 orang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. Peristiwa tersebut dipicu para pendukung Arema FC (Aremania) yang turun ke lapangan karena tidak puas melihat timnya kalah 2-3 melawan rival beratnya, Persebaya Surabaya. (*)






