Akan tetapi, sambungnya, jika pemimpin mulai longgar dan membiarkan anomali dalam sistem, maka lambat laun efektifitas sistem termasuk sistem anti korupsi akan melemah dan akhirnya hancur.
“Ini salah satu catatan saya mengapa kemarin saya mengingatkan terkait sistem pemilu kita. Sebab pemilu adalah tahap awal yang paling penting dalam menciptakan sistem demokrasi yang solid dan akhirnya berefek pada sistem anti korupsi,” jelas Firli.
Karena sejatinya, masih kata Firli, komitmen para pemimpin partai politik tidak boleh melemah pada indikator demokrasi. Sebab, dengan melemahnya indikator demokrasi dapat dipastikan langsung berakibat melemahnya sistem anti korupsi.
“Mari kita beri perhatian kepada sistem demokrasi kita,” pungkas Firli.






