Oleh karena itu, menurut dia, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di segala tingkatan pemerintahan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal itu. Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan.
“Kita harapkan Natal (2021) dan Tahun Baru (2022) bisa kita kelola secara baik, karena hampir semua ahli epidemiologi takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal (2021) dan Tahun Baru (2022),” jelasnya.
“Saya harapkan semuanya dirancang, direncanakan secara rinci sesuai kondisi masyarakat setempat, menghargai norma-norma yang ada. Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga,” katanya.






