Kekayaan Bupati Cantik Ini Rp236 M

JAKARTA–Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh KPK. Hal tersebut dilakukan setelah mereka melakukan penggeledahan di kantor Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur itu.

“Bu Rita itu ditetapkan sebagai tersangka betul, tapi bukan OTT (Operasi Tangkap Tangan). pengembangan kasus biasa. Itu aja dulu,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/9).
Dia menjaskan, penetapan tersangka Rita berkaitan dengan kasus lama yang dikembangkan penyidikannya oleh KPK.

Bacaan Lainnya

“Ya kasus yang sudah dikembangkan penyelidikan, penyidikan, biasa,” sebutnya.
Soal apa kasus tersebut, kata Laode, detailnya akan disampaikan dalm konferensi pers hari ini, Rabu (27/9).

“Detail kasusnya, dan apa-apanya, sabar lah buat berita kalian. Sabar lah. Nanti ada konpres,” ucap dia.
Saat ditanya mengenai posisi Rita saat ini, Laode mengaku tidak mengetahuinya. “Saya belum tahu,” pungkas dia.

Seperti apa sosok bupati cantik yang dilantik pada 2016 itu? Rita dilantik sebagai Bupati Kukar pada 17 Februari 2016. Masa jabatan ini merupakan periode kedua untuk Rita.

Pada periode pertama, perempuan kelahiran Tenggarong, 7 November 1973 ini berpasangan dengan Gufron Yusuf. Sedangkan pada periode kedua atau 2016-2021, Rita berpasangan dengan Edi Damansyah.
Rita adalah politikus Partai Golkar. Pada Oktober 2016, Rita dilantik sebagai Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur oleh Ketum Golkar Setya Novanto.

Nama anak dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Syaukani Hasan Rais ini masuk radar PKB untuk diusung menjadi calon gubernur dalam Pilgub Kaltim 2018. Sedangkan pada kesempatan lainnya, Mendagri Tjahjo Kumolo saat menghadiri acara Golkar mendoakan Rita maju menjadi Gubernur Kaltim.

Rita menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran Jurusan Administrasi Niaga. Ia kemudian melanjutkan S2 di Universitas Jenderal Soedirman. Universitas Utara Malaysia (UUM) dipilih Rita sebagai tempat menimba ilmu dan akhirnya mendapat gelar PhD.

Dalam halaman LHKPN milik KPK, Selasa (26/9), Rita terakhir kali melaporkan harta kekayaan pada 2015. Saat itu harta kekayaannya tercatat sekitar Rp 236 miliar dan USD 138 ribu. Rita melaporkan kekayaannya terakhir kali pada 29 Juni 2015. Sebelumnya dia melaporkan kekayaannya pada 23 Juni 2011 dan terlihat ada penambahan angka mencapai Rp 210 miliar.

Rita tercatat memiliki total 54 harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan. Bahkan tanah dan bangunan itu tak hanya ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Total harta tak bergerak yang dimiliki Rita bernilai Rp Rp 12.050.000.000.

Rita juga tercatat memiliki harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 1.437.000 pada 2011. Rupanya ada penambahan mobil milik Rita sehingga kekayaannya bertambah menjadi Rp 2.937.000.000 pada 2015. Dia memiliki 4 motor dan 6 mobil.

Tak hanya itu, Rita pun memiliki kebun kelapa sawit seluas 200 ha senilai Rp 9,5 miliar. Ada pula tambang batu bara seluas 2.649 ha senilai Rp 200 miliar.

Harta lain yang dimiliki Rita adalah logam mulia (Rp 500 juta), batu mulia (Rp 4,5 miliar), dan harta bergerak lainnya (Rp 660 juta). Sedangkan giro setara kas yang dimiliki Rita adalah Rp 6.703.447.979 dan USD 138.412.
Total harta yang dimiliki Rita adalah Rp 25.850.447.979 dan USD 138.412 pada 2011 atau Rp 27.649.803.979. Sedangkan pada 2015 sebesar Rp 236.750.447.979 dan USD 138.412 (total 238.549.803.979 dengan kurs dolar saat ini).

Terlihat ada penambahan signifikan dari total harta yang dimiliki Rita, yaitu Rp 210.900.000.000. Angka itu rupanya berasal dari usaha tambang batu bara yang dilaporkannya pada 2015. (net/dna/JPC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.