Gamelan itu saat ini berada di museum dalam area pemakaman Sunan Drajat. Gamelan ini dikonservasi oleh BPCB Jawa Timur. Terdapat 26 jenis gamelan di antaranya 12 berbahan kayu, 3 berbahan perunggu, 11 berbahan besi.
Sementara pihak PT Behaestex, perusahaan yang memproduksi sarung motof Singo Mengkok memberikan klarifikasi. Marketing Manager PT Behaestex, Nur Yahya menegaskan, gambar yang ada pada sarung Atlas yang beredar di media sosial bukanlah gambar anjing, melainkan gambar singo mengkok.
“Mohon maaf itu bukan gambar anjing, tetapi gambar singo mengkok. Sarung tersebut tidak dijual bebas di pasar, tetapi orderan khusus dari Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang dijadikan seragam dan merchandise pondok tersebut. Tentu hal ini akan menjadi evaluasi perbaikan bagi kami di masa yang akan datang,” kata Nur Yahya, dalam keterangan resmi.
Nur Yahya juga menyesali banyak orang yang termakan hoaks tersebut, karena tidak mencari tahu terlebih dahulu asal usul kebenarannya.(*)






