JAKARTA — Muhammadiyah melalui maklumat dengan Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 sudah menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri jatuh pada Hari Senin Pon, 2 Mei 2022 dengan menggunakan perhitungan metode hisab.
Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama, termasuk ormas Nahdlatul Ulama (NU), berpedoman pada metode rukyatul hilal dalam penentuan 1 Syawal atau Idul Fitri.
Mungkinkah Idul Fitri tahun ini antara NU dan Muhammadiyah berbarengan? Ditanya terkait hal tersebut, KH Zulfa Mustafa selaku Wakil Ketua Umum PBNU menyatakan pihaknya tidak mau berspekulasi.
Karena keputusan penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri harus dilakukan berdasarkan rukyatul hilal. “Saya juga belum tahu, besok lihat ya ada rukyah. Kan barangnya belum ada, baru bisa dilihat besok,” katanya kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon Sabtu (30/4).






