Kenaikan yang paling besar dari biaya bahan bakar yang naik 25 persen dari USD 924 juta menjadi USD 1,15 miliar.”Biaya fuel memang naik cukup signifikan. Jadi di luar biaya fuel masih bisa kita tekan. Di luar itu pendapatan kita juga terpengaruh dari adanya disrupsi seperti erupsi Gunung Agung yang tentunya mempengaruhi jumlah penumpang,” kata Pahala.
Pahala menambahkan, Sepanjang 2017 penumpang Garuda secara grup mencapai 36,2 juta penumpang. Angka itu terdiri dari penumpang Garuda Indonesia sebanyak 24 juta naik sedikit dari tahun sebelumnya 23,9 juta penumpang. Sementara penumpang Citilink naik dari 11,1 juta menjadi 12,3 juta penumpang.(mys/JPC)




