Gak Tahan, Pelajar SMK Cabuli Perempuan Lagi Mandi di Sungai

  • Whatsapp
korban pencabulan

RADAR SUKABUMI – Seorang pelajar SMK Negeri di Tabanan, Bali kebelet mencabuli perempuan 25 tahun berinisial NKJ saat mandi di pinggir sungai di Banjar Dukuh, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Pelajar itu berinisial IMAAG 17. Dia diamankan warga, Selasa (14/9/2021). Pelajar asal Selamadeg Timur, Tabanan, itu diamankan ke Polsek Tegallalang untuk menghindari amukan warga.

Bacaan Lainnya

“Belum berstatus tersangka. Kami masih menunggu kedatangan pihak keluarganya. Apalagi pelaku masih berstatus pelajar dan menunjukkan gejala gangguan psikologis,” ujar Kapolsek Tegallalalng, AKP I Ketut Sudita.

Menurutnya, kejadian ini bermula ketika korban NKJ, 25, asal Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, mandi di area pemandian umum di pinggir sungai di Banjar Dukuh, Desa Kenderan.

Tiba-tiba anjing korban yang ikut ke pemandian menggonggong. Saat korban menoleh ternyata ada seorang laki-laki yang berlari menuju ke arah korban.

Korban yang ketika itu berendam hanya menggunakan celana dalam langsung mengambil handuk untuk menutupi badannya.

Pelaku justru mendekati korban dan salah satu tangan pelaku menarik rambut korban. Sedangkan tangan yang satunya berusaha menyentuh kemaluan korban. Spontan korban teriak minta tolong dan melawan pelaku.

Khawatir aksinya diketahui warga, pelaku langsung kabur. Pelaku sembunyi di semak-semak yang ada di pinggir jalan. Korban sendiri berusaha mengejar pelaku namun hanya menemukan sepeda motornya. Tak berapa lama, datang warga menghampiri korban.

“Korban lantas menceritakan apa yang terjadi,” kata AKP Ketut Sudita. Warga pun menunggu pelaku keluar dari persembunyiannya. Tak berapa lama, pelaku keluar dan diamankan warga.

“Pelaku sempat minta maaf. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku diamankan ke Polsek Tegallalang,” bebernya.

Untuk kepentingan penyidikan, korban diamankan sementara di Mapolsek Tegallalang. Informasi terakhir, korban kabarnya tidak ingin memperpanjang permasalahan ini, karena melihat pelaku masih di bawah umur.

“Korban sudah menyatakan tidak ingin memperpanjang persoalan ini,” pungkasnya.

(jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *