NASIONAL

Gagal Mendarat, Batik Air Terpaksa Turunkan Penumpang di Bandara Djuanda

×

Gagal Mendarat, Batik Air Terpaksa Turunkan Penumpang di Bandara Djuanda

Sebarkan artikel ini
Batik Air Pesawat Batik Air
Ilustrasi maskapai penerbangan Batik Air Pesawat Batik Air (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

JAKARTA — Batik Air rute Jakarta–Malang terpaksa mengalihkan pendaratan di Bandara Juanda Selasa siang. Penyebabnya tak lain cuaca buruk. Sebanyak 129 penumpang terpaksa diturunkan. Puluhan di antaranya memilih melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Stakeholder Relation Manager Bandara Juanda Yuristo Ardhi H. mengatakan, Batik Air dengan nomor penerbangan ID7583 itu take off dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 10.35. Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, pada pukul 11.53. Namun karena terkendala cuaca buruk, pesawat tersebut sempat berputar menunggu cuaca membaik.

Bank bjb Tandamata

Sayangnya, setelah beberapa saat, kondisinya masih tetap sama. Sekitar pukul 13.02 pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan di Bandara Juanda. ”Sebagian penumpang melanjutkan perjalanannya via darat,’’ terang Yuris melalui pesan singkat Selasa siang.

Yuris menjelaskan, pesawat Batik Air itu membawa 129 penumpang. Dari jumlah tersebut, 62 di antaranya tidak ikut terbang kembali. Mereka memilih melanjutkan perjalanan ke Malang dengan jalur darat. ’’Yang jalur darat mereka menggunakan biaya pribadi,’’ terangnya.

Kemudian, sisanya melanjutkan perjalanan via udara. Yuris menuturkan, pesawat tersebut kembali terbang menuju Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, pada pukul 14.04.

Pengalihan pendaratan itu adalah hal yang lumrah. Tujuannya tentu untuk keselamatan penerbangan. Pihak Bandara Juanda juga bekerja sama dengan semua stakeholder seperti Otban Wilayah III, Lanudal Juanda, BMKG, Airnav, serta seluruh maskapai dan ground handling.

Dengan begitu, jika terjadi cuaca buruk, Bandara Juanda siap menerima pengalihan pendaratan sementara. Kontingensi itu disiapkan sejak akhir tahun kemarin. Tepatnya saat peralihan memasuki musim hujan. Langkah tersebut merupakan antisipasi jika terjadi cuaca ekstrem.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menuturkan bahwa pengalihan pendaratan disebabkan cuaca buruk yang terjadi di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Jarak pandang pilot pendek sehingga tidak memenuhi kualifikasi persyaratan pendaratan dan lepas landas pesawat.