Eks Ketua DPD Ajukan PK

  • Whatsapp

JAKARTA – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengikuti jejak rekan-rekannya mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Kemarin (10/10, sidang perdana PK Irman digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta. Irman mengaku berbekal novum baru dalam permohonan PK itu.

Usai sidang, Irman mengatakan vonis bersalah yang menyebut dirinya memperdagangkan pengaruh tidak diatur dalam KUHAP. Hal itu lah yang menjadi bagian pengajuan PK tersebut. “Menurut saya, kekeliruan ini bisa diperbaiki, sehingga saya tidak menjalankan sisa hukuman,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Irman divonis 4,5 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama. Tokoh asal Sumatera Barat (Sumbar) itu dinilai menerima suap Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta

Berjaya Xaveriandy Sutanto dan Memi terkait dengan pemberian kuota impor gula. Irman dinilai menggunakan pengaruhnya untuk membantu pengusaha itu mendapat
jatah kuota impor.

Menurut Irman, pihaknya hanya menindaklanjuti aspirasi masyarakat Sumbar yang sulit mendapat gula menjelang Lebaran waktu itu. Dia pun merekomendasikan untuk dilakukan impor gula. Namun, dia mengaku tidak tahu bila pengusaha yang datang ke rumahnya itu membawa uang. “Kewajiban saya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” dalihnya.

Disinggung soal kenapa baru sekarang mengajukan PK? Irman menyebut tidak ada kaitannya pengajuan PK itu dengan Artidjo Alkostar yang pensiun beberapa bulan lalu. “Tidak ada hubungan (dengan Artidjo pensiun, Red). Saya berjalan mengalir saja,” terangnya. Sejak hakim Mahkamah Agung (MA) yang terkenal galak terhadap koruptor itu, sejumlah narapidana korupsi ramai-ramai mengajukan PK.

Irman pun berharap hakim yang mengadili PK dirinya memberi putusan yang terbaik. “Saya berharap yang terbaik,” tuturnya. Setelah sidang, Irman kemarin membagikan buku berjudul “Menyibak Kebenaran”. Buku itu ditulis Irman selama mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung.

 

(tyo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *