Kemudian CEO Iwan juga menyoroti pemberitaan di beberapa media Indonesia yang senang membuat pemberitaan adu opini. Terlebih ia juga melihat saat ini Nikuba cenderung lebih banyak orang-orang yang berpandangan kontra daripada mendukung.
“Media di negeri (Indonesia) sukanya kan adu opini agar ada rating pembaca. Cenderung yang kontra,” tegasnya.
“Tujuh tahun terakhir sosial media suaranya dominan negatif. Ada tangan-tangan yang bikin bangsa ini kian terpuruk dan bobrok peradabannya. Indikasi pengelola saat ini pun demikian,” tambahnya.(*)




