Karena itu, UAS menegaskan dirinya tidak akan berhenti mengajarkan ajaran Islam. “Kalau itu dianggap sebagai ekstrimis, sebagai segregasi, maka biarlah semua orang mengatakan itu. Karena itu bagian dari ajaran agama. Saya akan tetap mengajar,” tegasnya.
Meski dirinya dilarang masuk Singapura, UAS menekankan bahwa sampai hari ini dirinya masih tetap memiliki tugas sebagai pegajar. “Saya visiting profesor di University Islam Sultan Syarif Ali, masih ada kontrak.”
“Saya mendapat honoris causa dari University Islam Internasional Antarbangsa Selangor Malaysia, dan saya sarjana, saya pendidik, dosen, saya bukan orang yang ngomong sembarangan,” tandas UAS. (ruh/pojoksatu)






