Data Bobol, BSSN Malah Sebut Kamsiber Indonesia Membaik

Jumpa pers daring terkait Keamanan Siber di tanah air khususnya di sektor ekonomi. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JAKARTA — Sejak 2019 silam, tercatat bahwa ada sekitar 32 lembaga dan perusahaan yang datanya dibobol hacker. Dari data tersebut ada nama BSSN atau Badan Siber dan Sandi Negara sendiri yang merupakan lembaga penting di Indonesia yang mengurusi keamanan siber (Kamsiber) di tanah air.

Kendati sedang marak aksi bobol-bobolan data oleh hacker yang membidik lembaga dan perusahaan-perusahaan di tanah air, BSSN malah menyebut bahwa kondisi Kamsiber di tanah air membaik performanya.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Fungsional Sandiman Muda Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Mawidyanto Agustian. Melalui jumpa pers daring pada Kamis (28/10), Mawidyanto mengatakan, peringkat Indonesia pada Global Cybersecurity Index (GCI) 2020 membaik jika dibandingkan pada periode 2018 lalu.

“Dapat kami sampaikan bahwa saat ini kondisi keamanan siber di Indonesia ini lebih baik. Kami benahi regulasi di sana, sini,” kata Mawidyanto.

Dijelaskannya, tahun lalu Indonesia menempati peringkat 24 dari 182 negara. Pada 2018, Nusantara di urutan ke 41 dari 175 negara. GCI dirilis The International Telecommunication Union (ITU).

Indonesia secara posisi berada di atas Vietnam, Swedia, Swiss, Polandia, dan Thailand untuk urusan keamanan siber. Amerika Serikat (AS) berada di urutan pertama dengan skor 100 dengan posisi kedua ada Inggris dengan skor 99,54.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.