NASIONALPOLITIK

Cerita Jusuf Kalla Undang Taliban Berunding di Jakarta

×

Cerita Jusuf Kalla Undang Taliban Berunding di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Jusuf Kalla
seorang pemimpin teras Taliban, Mullah Abdul Gani Baradar, ketika bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Doha, Qatar, Januari lalu.

JAKARTA — Eks Wapres Jusuf Kalla mengundang Taliban berunding di Jakarta beberapa tahun lalu. Peristiwa itu terjadi saat dirinya menjabat sebagai wakil presiden periode 2014-2019.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menceritakan upayanya yang pernah mengundang Taliban ke Indonesia ini. Jusuf Kalla mengundang Pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk membahas perdamaian di Jakarta.

Bank bjb Tandamata

Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya menjabat sebagai wakil presiden periode 2014-2019. Jusuf Kalla bercerita, ketika itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan label teroris pada Taliban.

Ini menyebabkan mereka tidak diizinkan keluar dari wilayah Afghanistan. “Terpaksa saya minta menlu (menteri luar negeri) untuk mencabut gelar teroris itu di PBB, kebetulan Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan (PBB), berhasil untuk memberi izin segenap orang tahap pertama,” kata Kalla, dalam diskusi bertajuk Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia, Sabtu (21/8/2021).

“Kemudian saya undang mereka ke indonesia dan katakanlah kita berunding di Jakarta,” tutur dia.

Menurut Kalla, kedua pihak memiliki kesepahaman tentang prinsip perdamaian. Selain itu, salah satu tujuan mengundang Taliban ke Indonesia yakni agar mereka mempelajari bahwa Islam dapat tumbuh secara moderat.

Oleh karena itu, Kalla mengajak delegasi Taliban berkeliling ke sejumlah pesantren di sekitar Jakarta. “Untuk melihat bahwa Islam itu juga dapat tumbuh dengan cara moderat dapat berjalan dengan baik, dengan damai, karena itu saya undang lihat pesantren di sekitar Jakarta,” ucapnya.

Kalla menuturkan, Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi Taliban di luar Afghanistan dan Pakistan. Selain Taliban, Indonesia juga mengundang Pemerintah Afghanistan.

Ia menyebutkan, pemerintah pernah mengundang sekitar 100 anak muda Afghanistan dari tingkat SMP hingga mahasiswa. Kemudian mereka tinggal di salah satu pesantren di daerah Jawa Tengah.