JAKARTA — Nilai tawar ketokohan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dukungan mayoritas partai politik, menjadi alasan mengapa wacana menunda gelaran Pemilu Serentak 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden kembali menghangat.
Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo menyampaikan, dibandingkan dukungan politik, nilai tawar ketokohan Jokowi lebih menarik dicermati seiring munculnya aspirasi publik untuk jabatan presiden periode ketiga.
Bahkan, kata Ari, personalitas Jokowi tidak hanya mendapat sanjungan publik dalam negeri. Tetapi, juga pada kancah perpolitikan internasional. “Jadi bagaimana personality branding beliau, politik beliau sangat kuat, optimisme kepemimpinan beliau bahkan diakui secara internasional,” ujar Ari dalam acara webinar GMPI Series 7 dengan tema “Pemilu 2024, Tetap atau Tunda?” secara virtual, Selasa (1/3).
Kata Ari, adanya kepuasan publik dan kemudian kepercayaan dunia usaha dan juga dunia internasional terhadap posisi politik Presiden Jokowi, menjadi alasan beberapa orang dekatnya mulai menyuarakan perpanjangan masa jabatannya.






