Apakah Mungkin Brigadir J Dibunuh Bharada E dengan Mudah ? Usman Hamid Bilang Begini

Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif
Usman Hamid selaku Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia menyoroti soal kasus kematian Brigadir J yang dengan mudah dibunuh oleh seorang Bharada E.-Kolase Foto-

JAKARTA — Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mempertanyakan bagaimana mungkin Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan mudah dibunuh?

Sebagaimana diketahui, Brigadir J merupakan jebolan anggota satuan Brimob Polri Jambi yang mendapat penugasan di Mabes Polri Brigadir J masukan dalam jajaran delapan ajudan Irjen Ferdy Sambo. Menurut keterangan polisi, Brigadir J ditugaskan Ferdy Sambo untuk mengawal istrinya, Putri Candrawathi.

Bacaan Lainnya

Menurut Usman Hamid, untuk menjadi ajudan pribadi seorang Jenderal dari Perwira Tinggi Polri, para ajudan perlu memenuhi seleksi dan pelatihan khusus. Usman menyoroti soal peristiwa polisi tembak polisi yang melibatkan Brigadir J dengan Bharada E atau Richard Eliezer, yang keduanya merupakan anggota Brimob. Seharusnya ada kedekatan.

“Ini, kan, kasusnya Bharada E seorang anggota Brimob yang membunuh dan satu lagi dibunuh, dalam hal ini Brigadir Yosua.

“Nah, bagaimana mungkin misalnya anggota-anggota Brimob yang terlatih apalagi Brigadir Yosua, itu bisa dengan mudah dibunuh?

“Bagaimana pun juga seseorang anggota Brimob yang menjadi ajudan, itu ada pelatihan khususnya,” terang Usman Hamid sebagaimana dilansir Disway.id dari tayangan YouTube; Usman Hamid: Publik Menunggu Hasil Pemeriksaan yang Berarti | AKIM tvOne.

Usman Hamid mengatakan bahwa keputusan penyidik Bareskrim Polri yang menetapkan Bharada E sebagai tersangka terkesan dipaksakan. Ia berharap penetapan Bharada E bukan sebagai langkah untuk membodohi masyarakat yang dapat mencoreng Polri dan Brimob.

“Ya memang ada kesan bahwa Bharada E dikambinghitamkan. Saya berharap jangan sampai ada pembodohan masyarakat, apalagi mencoreng institusi Polri, termasuk institusi Brimob.

“Apakah dia (Brigadir J) mungkin bisa terbunuh oleh seorang Bharada E atau jangan-jangan Bharada E ini dikambinghitamkan,” urai Usman Hamid.

Usman mendesak penyidik untuk melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Bharada E untuk memastikan bahwa dirinya bukan sosok yang menjadi kambing hitam dalam kasus kematian Brigadir J ini. “Kalau iya, maka sarankan agar LPSK memberikan perlindungan terhadap Bharada E, setidaknya mulai mendekati keluarga untuk bisa memastikan bahwa Bharada E bukanlah orang yang ditengahkan untuk sekedar memuaskan rasa penasaran masyarakat,” terang Usman.

Komnas HAM Curiga Pelaku Penembakan Bukan Bharada E

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) menduga, pelaku penembakan Brigadir J bukanlah Bharada E. Ketua Komisioner Komnas HAM , Ahmad Taufan Damanik mengatakan, penetapan tersangka Bharada E dilakukan karena pengakuannya sendiri.

Pos terkait