Aktivis Politik Rocky Gerung: Ade Armando Bukan Lagi Dosen, Tapi Seorang Buzzer Istana

Aktivis Rocky Gerung
Aktivis Rocky Gerung/Net

JAKARTA — Pengeroyokan terhadap Ade Armando disinyalir karena pengetahuan publik yang mengenal dirinya sebagai seorang buzzer. Begitu analisis aktivis politik Rocky Gerung, yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (13/4).

Rocky tak bisa memungkiri latar belakang Ade Armando yang juga sebagai dosen di FISIP Universitas Indonesia (UI), dan datang ke DPR dengan mengaku ingin memantau jalannya aksi mahasiswa lantaran dia juga menolak jabatan presiden menjadi 3 periode.

Bacaan Lainnya

“Ade datang kesitu tentunya seide dengan mahasiswa yang menolak 3 periode. Tapi yang tidak dianalisis adalah, kapasitas Ade Armando tidak lagi dilihat dengan kacamata yang akademis, bahwa Ade adalah seorang dosen,” ujar Rocky.

“Tapi yang tercipta adalah Ade seorang influencer, buzzer. Jadi itu sebetulnya dasarnya, sehingga terjadi kekerasan,” sambungnya.

Menurut Rocky, jika selama ini Ade Armando tidak begitu dikenal sebagai seorang buzzer atau penggumam yang memihak kepada rezim Jokowi, maka orang akan menganggapnya sebagai lawan berdebat saja.

“Tapi bagi publik yang mengalami semacam, sebut saja demagogue selama ini, buzzer adalah penjilat, pengabdi istana yang berusaha untuk memanipulasi data dan fakta,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.