Feri menekankan tujuan WFH saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19. Jika dulu untuk mengurangi interaksi sosial, kini lebih diarahkan pada efisiensi, khususnya pengurangan konsumsi bahan bakar. “Karena tujuannya berbeda, harus dikaji apakah WFH ini paling efektif atau ada opsi lain, seperti penggunaan transportasi umum atau hari bersepeda,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan detail bagi instansi layanan publik agar tidak mengganggu masyarakat. “Ini harus diatur jelas. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan layanan justru kesulitan,” katanya.
Feri mendorong agar kebijakan WFH dievaluasi secara berkala. “Kalau ternyata tidak efektif, harus ada keberanian mencari solusi lain yang lebih tepat,” pungkasnya.(ris/d)






