SUKABUMI – Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Salah satunya di Kampung Caringin, Kelurahan/Kecamatan Baros, yang mengalami krisis air bersih akibat menurunnya debit air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, monitoring dilakukan Regu Satu Satgas Penanggulangan Bencana.
“Tim menyasar wilayah RW 10 yang meliputi tiga RT di Jalan Garuda, yang selama beberapa waktu terakhir dilanda kekeringan,” jelas Novian kepada wartawan, Jumat (13/6).
Novian menerangkan, di RW 10 terdapat sekitar 300 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mendekati 1.000 orang. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dan rata-rata membutuhkan satu tangki air per hari untuk kebutuhan dasar.
“Kondisi ini bermula dari jebolnya saluran irigasi yang berada di bawah jalan dekat Pesantren Nurul Assegaf. Sejak saat itu, distribusi air ke pemukiman warga terputus total,” bebernya.
Menurutnya, waga sejauh ini sudah melaporkan kepada pihak kelurahan. Bahkan, PMI Kota Sukabumi memberikan bantuan pertama berupa suplai air bersih.
“Kemudian terlibat dalam penanganan bersama pihak kelurahan, dan Penjabat Wali Kota pun turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” cetusnya.
Pemerintah Kelurahan Baros, turut memberikan dukungan dengan mengalokasikan dana kelurahan sebesar Rp25 juta untuk pembangunan sumur artesis. Sumur tersebut rencananya akan dibangun di area Masjid Jami dan dikelola langsung warga, dengan pengerjaan dimulai pada awal Agustus.




