“Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, masyarakat perlu lebih berhitung sebelum berbelanja. Prioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting. Jangan sampai membeli sesuatu hanya karena ikut tren atau khawatir kehabisan,” ujarnya.
Selain itu, Bobby mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transaksi digital melalui QRIS. Menurutnya, penggunaan transaksi non-tunai dapat membantu menciptakan sistem ekonomi yang lebih efisien sekaligus mendukung pengendalian peredaran uang tunai. Ia juga mengajak warga memiliki pola pikir bijak dalam mengelola keuangan keluarga.
“Prinsipnya sederhana, lebih baik berpikir untuk masa depan daripada menyesal di kemudian hari. Utamakan kebutuhan pokok, atur pengeluaran dengan baik, dan jangan mudah terpancing panic buying,” pungkasnya.(*)





