KOTA SUKABUMI

Tim Ranger DPUTR Kota Sukabumi Diterjunkan, Bersihkan Lapang Merdeka dan Alun-alun

×

Tim Ranger DPUTR Kota Sukabumi Diterjunkan, Bersihkan Lapang Merdeka dan Alun-alun

Sebarkan artikel ini
Ranger DPUTR Kota Sukabumi
Sejumlah petugas DPUTR Kota Sukabumi saat melakukan bersih-bersih di sekitar Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (17/11).

CIKOLE – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, menerjunkan tim ranger untuk melakukan bersih-bersih disekitar Lapang Merdeka (Lapdek) dan Alun-alun.

Pasalnya, dengan membludaknya para pengunjung di dua lokasi tersebut tidak jarang menyisakan sampah makanan sehingga perlu penanganan ekstra.

Bank bjb Tandamata

Kasi Pertamanan DPUTR Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah menjelaskan, sejak diresmikannya Lapang Merdeka dan Alun-alun DPUTR menyiapkan tim khusus yakni tim ranger dengan jumlah 22 personel untuk melakukan bersih-bersih.

“Tim ranger ini khusus membersihkan dua lokasi tersebut yakni, Lapang Merdeka dan Alun-alun. Dari 22 personel yang ada, dibagi menjadi tiga sif, pagi, siang dan sore hari,” jelas Fajar kepada Radar Sukabumi, Jumat (17/11).

Fajar menerangkan, setiap harinya jumlah pengunjung Lapdek dan Alun-alun mencapai 2.000 orang. Angka tersebut, meningkat saat akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu yang jumlahnya bisa mencapai hingga 4.000 pengunjung. Otomatis, hal ini menjadi perhatian khusus terutama soal kebersihan.

“Karena itu, kami menyiapkan tim ranger untuk bersih-bersih karena meski kami terus melakukan himbauan masih ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan,” terangnya.

Disinggung soal pemeriliharaan Lapdek dan Alunalun, Fajar mengaku, pada tahun ini belum ada pemeliharaan secara signifi kan karena pemeliharaan Lapdek dan Alun-alun Kota Sukabumi membutuhkan anggaran cukup pantastis.

“Sejauh ini pemeliharaan paling hanya memperbaiki tong sampah agar para pengunjung tidak lagi beralasan untuk membuang sampah sembarangan,” cetusnya.

Fajar menyebut, anggaran pemeliharaan untuk Lapdek saja sedikitnya membutuhkan anggaran hingga Rp1 miliar lebih. Lantaran, harga fasilitas yang ada cukup mahal dan barangnyapun merupakan barang impor.

“Karena itu harganya cukup mahal, kalau untuk pemeliharaan secara total diangka Rp1 miliar,” bebernya. Sebab itu, Fajar meminta, agar para pengunjung ikut andil dalam menjaga dan merawat falitas publik yang sudah disediakan pemerintah dengan baik.

“Kami minta agar pengunjung juga dapat ikut andil dalam menjaga kebersihaan jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (Bam)