SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, menyebutkan terdapat sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) dan atap rumah warga ambruk. Hal itu, terjadi saat hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur pada Sabtu (18/1).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik menjelaskan, ada empat titik wilayah yang terdampak bencana diantaranya, dua titik TPT ambruk di Warudoyong, satu titik TPT ambruk di Baros, dan atap rumah warga ambruk di Baros.
“Setelah menerima laporan perihal dampak bencana tersebut, kami langsung menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan asesmen dan penanganan,” kata Novian kepada wartawan, belum lama ini.
Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Adapun, kerugian materil masih dalam perhitungan petugas. Namun demikian, hingga saat ini petugas sudah melakukan penanganan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban tidak korban. Namun hasil asesmen petugas ada dua unit rumah warga terancam, dan juga ancaman longsor susulan pada badan jalan gang yang mengakibatkan TPT ambruk,” paparnya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Sukabumi terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
“Kami minta warga untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam, terutama saat musim hujan seperti saat ini,” tambahnya.
Novian kembali mengimbau, masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar daerah rawan bencana, seperti lereng atau tepi sungai, serta memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar agar terhindar dari bahaya.
“Jika terjadi bencana alam warga bisa langsung melaporkannya kepada petugas agar segera dilakukan penanganan,” pungkasnya. (bam/d)






