Dan saat saya tahu kedatangan calon kepala daerah saya tidak hadir,” akunya. Dari kabar yang diterimanya, pada tanggal 5 Maret 2018 tersebut, calon kepala daerah ini tidak jadi datang. “Katanya batal datang,” sambungnya.
Namun sambung dia, pada tanggal 12 Maret 2018, tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan kedatangan calon kepaka daerah yang sempat tidak hadir itu. Hendak berbalik arah, namun calon kepala daerah ini sudah bertatapan muka.
“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, pas saya masuk ada beliau sedang duduk di masjid. Saya mau balik lagi kan tidak enak,” terangnya.
Keberadaan calon kepala daerah ini, memang tidak melakukan kampanye hanya mengikuti pengajian seperti biasanya.
“Memang ada sambutan dan saya diminta untuk memberikan sambutan. Dalam sambutan yang saya berikan pun tidak ada unsur ajakan atau pun lainnya. Saya hanya menyambut saja,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Inspektorat Kota Sukabumi, mendapatkan surat teguran dari Panitia Pengawas Pemilu terkait adanya dugaan dua ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terlibat dalam kampanye salah satu calo kepala daerah.Surat yang diterima itu menjadi pembahasan dengan dinas terkait dan akan dilakukan klarifikasi. (why)





