PENDIDIKAN

Menuju Indonesia Emas 2045, PGRI Kota Sukabumi Mantapkan Program Guru Sejahtera

×

Menuju Indonesia Emas 2045, PGRI Kota Sukabumi Mantapkan Program Guru Sejahtera

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sukabumi Masa Bakti XXIII Tahun 2025 yang mengusung tema “Guru Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMK PGRI 1 Kota Sukabumi, Rabu (17/12/2025).

Konferensi kerja tersebut menjadi momentum penting bagi PGRI Kota Sukabumi dalam melakukan evaluasi sekaligus perencanaan strategis organisasi di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya perwakilan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ketua PGRI Kota Sukabumi, Ketua Dewan Pendidikan YLPP PGRI, Kepala SMK PGRI 1 Kota Sukabumi, Ketua IGORNAS, jajaran pengurus PGRI, serta para peserta Konferensi Kerja I dan perwakilan PCK, PC, serta IGTKI ranting PGRI Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa organisasi yang mampu bertahan dan berkembang adalah organisasi yang adaptif terhadap lingkungan dan perubahan zaman. Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi, serta tuntutan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang menuntut organisasi profesi guru untuk terus berbenah dan berinovasi.

“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mau dan mampu beradaptasi. Salah satu wujud adaptasi tersebut adalah melalui pelaksanaan konferensi kerja, yang menjadi keharusan dalam tata kelola organisasi” ujar Bobby Maulana.

Ia menambahkan bahwa konferensi kerja bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret agar PGRI tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya maupun perkembangan dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya agar setiap keputusan yang dihasilkan dalam konferensi ini bersifat konkret, terukur, dan dapat diimplementasikan. Ia mendorong peserta konferensi untuk melakukan analisis permasalahan secara nyata, melibatkan seluruh anggota dalam proses penyaringan informasi, serta menyusun rencana kerja yang jelas dan sistematis.

“Rencana kerja yang disusun hendaknya memenuhi prinsip SMART, yaitu spesifik, measurable, achievable, relevant, dan time bound. Dengan demikian, program yang direncanakan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat dilaksanakan dan dievaluasi secara objektif,” jelasnya.

Selain perencanaan yang matang, Bobby Maulana juga menyoroti pentingnya kekompakan dan soliditas seluruh elemen organisasi. Menurutnya, sebaik apa pun program yang dirancang tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan komitmen bersama dari seluruh anggota.

“Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kekompakan. Dengan kebersamaan dan semangat kolektif, program kerja yang telah disepakati dapat diimplementasikan dengan lebih efektif,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas dedikasi PGRI Kota Sukabumi dalam memperjuangkan kepentingan guru dan kemajuan pendidikan. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta konferensi dengan pesan singkat namun penuh makna.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Sukabumi, Roni Abdurrahman, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Konferensi Kerja I merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI. Konferensi ini berfungsi sebagai sarana evaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana kerja untuk tahun 2026.

“Konkerkot I ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menilai capaian program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan agar PGRI semakin berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Untuk tahun 2026, Roni menyampaikan bahwa fokus program PGRI Kota Sukabumi diarahkan pada upaya mewujudkan guru yang sejahtera dan pendidikan yang berkualitas dalam rangka menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Penekanan utama diberikan pada peningkatan kesejahteraan guru, baik dari sisi finansial maupun psikologis.

“esejahteraan guru menjadi kunci. Guru yang sejahtera secara ekonomi dan mental akan lebih fokus dan optimal dalam menjalankan tugas profesionalnya,” jelasnya.

Selain itu, PGRI Kota Sukabumi juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas dan adaptivitas guru di era digital. Melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan kompetensi, serta kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah, diharapkan guru mampu menjawab tantangan pendidikan modern dan menghasilkan dampak positif bagi kualitas pembelajaran.(wdy)