Semua SKPD, perusahaan daerah, perusahaan milik swasata, fasilitas kesehatan, pendidikan dan yang lainnya memang sebaiknya memiliki fasilitas khusus yang ramah terhadap anak.
Khusunya, pada SKPD dan dunia usaha yang kerap dikunjungi oleh masyarakat. “Sebenarnya, tidak begitu sulit. Tinggal bagaimana kemauan saja, karena memang ruangan ataupun fasilitas ramah anak itu hanya tinggal memanfaatkan ruangan yang ada,” ujarnya.
Walaupun demikian, Yemmi mengakui, kurangnya sosialisasi ke semua unsur tersebut menjadi persoalan yang didahadapinya sehingga fasilitas ramah anak belum dimiliki semua unsur.
“Kalau sekolah sudah 50 persen, puskesmas juga sudah sebagian, termasuk BUMN pun sudah. Kedepan kami terus lakukan konsolidasi,” pungkasnya. (upi/t)




