“Kami di daerah hanya sebagai penerima manfaat dan bertugas mencari siswa. Ini program besar, gratis tanpa pungutan apapun,” tegasnya.
Pihaknya berharap, pada Agustus 2025 nanti sudah mendapat kepastian dari Kementerian Sosial terkait pelaksanaan pembangunan. “Jika terwujud, sekolah ini diharapkan mampu membuka peluang pendidikan yang lebih luas dan merata, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” pungkasnya. (bam/d)






