Sampah Plastik Kota Sukabumi Memang Sedikit, Tapi …

  • Whatsapp

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Gerakan mengurangi sampah plastik sedang gencar dilaksanakan di Indonesia, termasuk Sukabumi. Ini merupakan salah satu momentum dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang jatuh pada 21 Februari kemarin.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Eneng Rahmi mengatakan, volume sampah plastik di Kota Sukabumi saat ini hanya 6 persen. Sedangkan sampah organik sebesar 51 persen.

Bacaan Lainnya

Kendati kecil, namun sampah plastik memberikan dampak yang tidak baik dan berhaya bagi lingkungan. “Ya kalau misalnya cuma 1 kilogram limbah plastik itu kan besar ya. Selain itu, sampah plastik itu susah mengurainya. Beda dengan sampah organik,” kata Rahmi kepada Radarsukabumi.com, Senin (24/2/2020).

DLH sendiri, kata Rahmi, sedang dalam bertahap dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahanya sampah plastik. “Ya edukasi kepada masyarakat terus kami laksanakan. Ini memang tidak semudah membolak-balikan telapak tangan, tapi insya Allah kami yakin Kota Sukabumi bebas dari sampah khususnya sampah plastik,”

Salah satu edukasi yang dimaksud oleh Rahmi adalah tentang perilaku masyarakat Kota Sukabumi dalam membuang sampah pada tempatnya. Dia mengungkapkan, kerap kali menemukan masyarakat membuang sampah saat sedang berkendara.

“Sering saya temukan orang buang sampah sisa makanan saat berkendara. Saat naik motor, saat naik mobil. Bahkan yang mirisnya kebanyakan dari pelaku adalah kalangan milenial. Ini sangat buruk, untuk itu kami berpikir agar sanksi terhadap mereka seperti ini lebih tegas lagi,” ujarnya.

Rahmi juga berharap masyarakat Kota Sukabumi lebih bijak dalam membeli kebutuhan pokok dalam kemasan plastik. Semisal, tidak membeli barang berkemasan plastik sasetan.

Menurut dia, barang seperti sampo saset, kopi instan saset dan lainnya yang berasal dari plastik kendati kecil namun cukup memberikan dampak berbahaya bagi lingkungan.

“Jadi lebih baik beli sampo botolan, daripada yang saset. Karena meskipun kemasannya kecil, tapi limbah plastik saset ini bahaya juga bagi lingkungan,” imbaunya.

(izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *