Berbeda dari kegiatan sebelumnya, Panggung Harapan Anak tidak menghadirkan unsur kompetisi. Tidak ada penjurian maupun hadiah, melainkan fokus pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri. Antusiasme peserta pun cukup tinggi, dengan lebih dari separuh anak-anak yang sebelumnya terdaftar tetap hadir dan berpartisipasi.
Effendi berharap kegiatan ini mampu mengembalikan kepercayaan anak-anak terhadap ruang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus menanamkan nilai empati serta sikap saling memaafkan. “Yang terpenting, anak-anak kembali percaya diri dan tetap memiliki semangat untuk belajar serta berekspresi,” pungkasnya.(bam/d)




