KOTA SUKABUMI

Produksi Pertanian Lampaui Target

LEMBURSITU – Ketersediaan luas lahan pertanian di Kota Sukabumi yang relatif sempit akibat penyusutan tergerus alih fungsi, ternyata tidak mempengaruhi kinerja Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) dalam merealisasikan produksi pertanian setiap tahunnya.

Berdasarkan data DP2KP menunjukan, hingga November 2017 tercatat hasil produksi pertanian mencapai 21,178 Ton Gabah Kering Panen (GKP).

Seluruh hasil pertanian tersebut berasal dari areal persawahan yang tersebar di tujuh kecamatan dengan cakupan luas sekitar 1.540 Hektar.

Kepala DP2KP Kota Sukabumi Kardina Karsoedi mengutarakan tingkat produksi pertanian tersebut diperkirakan akan meningkat hingga akhir Desember mendatang dengan estimasi keseluruhan hasil pertanian mencapai 23.054 Ton GKP.

Jumlah tersebut melebihi dari target sasaran panen yang ditetapkan tahun ini.

“Tingkat produksi pertanian melebihi target sasaran hingga sebesar 101,76 persen. Dari tujuh kecamatan yang ada, dua kecamatan diantaranya menjadi daerah penghasil pertanian terbanyak yakni Kecamatan Lembursitu dan Kecamatan Cibeureum,” ungkap Kardina Karsoedi kepada Radar Sukabumi, kemarin (11/12).

Selama ini kedua kecamatan tersebut dikenal sebagai sentra pertanian bagi Kota Sukabumi.

Sebab Kecamatan Lembursitu maupun Kecamatan Cibereum memiliki areal persawahan yang jauh lebih luas dibandingkan kecamatan lainnya.

Kecamatan Lembursitu memiliki lahan sawah seluas 306 Hektar.

Sementara luas areal persawahan di Kecamatan Cibeureum hingga 449 Hektar.

Bukan hanya tanah sawah saja, kedua kecamatan yang masing-masing terletak di perbatasan wilayah antara kota dan kabupaten itu juga memiliki lahan pertanian jenis lainnya yang terbilang lebih luas, seperti tanah berupa kebun serta kolam ikan.

Soal capaian target setiap tahunnya, DP2KP merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan tingkat kinerja yang terbilang baik.

Hal ini sesuai dengan tabulasi capaian kinerja 2017 yang ditampilkan pada wibsite resmi milik Pemda kota Sukabumi. Dalam halaman E-Performance pada portal tersebut berisi tentang capaian perjanjian kinerja seluruh unit kerja yang ada di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam tabulasi itu menunjukan indikator kinerja DP2KP lebih didominasi oleh warna biru dan hijau.

Kedua warna tersebut sebagai keterangan capaian kerja yakni warna biru sebagai indikator kinerja melebihi target, sedangkan warna hijau menjadi indikator tercapainya kinerja sesuai dengan target yang ditetapkan.

Ketua Divisi Kajian Potensi Daerah Sukabumi Civil Society, Aulia Rohman mengakui jika beberapa tahun terakhir ini hasil produksi pertanian di Kota Sukabumi selalu melebihi target sasaran panen.

“Sebenarnya hal yang ironi, ketika lahan pertanian di wilayah ini mengalami penyusutan akibat adanya alih fungsi lahan sebagai dampak pembangunan daerah, di sisi lain hasil produksi pertanian tetap berada pada kondisi yang terbilang baikl, setidaknya untuk menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Aditya kepada Radar Sukabumi. (ton)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button