SUKABUMI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sukabumi melawan, melakukan aduan pelaporan Polres Sukabumi kota (Polresta) kepada Polda Jawa Barat pada Senin (14/4/2025).
Laporan itu, didasari tindakan represif yang dilakukan oknum polisi di Kota Sukabumi saat mengamankan kelompok mahasiswa di tengah aksi unjuk rasa.
Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Sukabumi Melawan, Aris Gunawan mengungkap, pelaporan itu atas dasar rentetan kejadian yang terjadi pada 24 maret 2025 lalu. Saat melakukan aksi penolakan RUU TNI di depan gedung DPRD Kota Sukabumi, tiba-tiba mahasiswa dibubarkan paksa dan sejumlah aktivis mendapat tindakan kekerasan.
“Tindakan kekerasan fisik terhadap peserta aksi, termasuk pemukulan, penendangan, dan pitingan leher. Kemudian penangkapan paksa terhadap beberapa mahasiswa,” jelas Aris dalam keterangan yang diterima awak media, Rabu (16/4).
Selain tindakan represif terhadap mahasiswa, Aris juga menyoroti upaya penjegalan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kerja jurnalistiknya. Selain itu, juga mendesak Kapolda Jawa Barat untuk bisa menemukan siapa oknum polisi yang melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa dan jurnalis.
“Sukabumi melawan mendesak agar Kapolda Jawa Barat untuk segera mencopot Kapolres Sukabumi Kota dari jabatannya karena gagal menjamin perlindungan hak sipil dan kebebasan berekspresi,” cetusnya.
Bukan hanya itu, sambung Aris, mahasiswa juga mendesak Kapolda Jawa Barat untuk mengadili oknum anggota Polri yang melakukan kekerasan dan tindakan sewenang-wenang terhadap massa aksi dan jurnalis. “Kami mendesak agar Polda Jabar segera turun tangan menyikapi persoalan ini dan melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, Bahrul Ulum menegaskan, PMII mengutuk keras dan menyayangkan terhadap aparat kepolisian yang membubarkan massa aksi demonstrasi secara brutal dan tidak manusiawi.
“Dan PC PMII kota Sukabumi menuntut Kapolda usut tuntas pelaku sampai tuntas,” singkatnya. (bam/d)






