KOTA SUKABUMI

Petani Gagal Panen *Tikus dan Walang Sangit Serang Padi

×

Petani Gagal Panen *Tikus dan Walang Sangit Serang Padi

Sebarkan artikel ini

Lahan yang digarap oleh Muchtar seluas 2,7 hektar, berada di Jalan Pelda Suryanta, Kota Sukabumi. Akibat cuaca ekstrem ditambah serangan hama, membuatnya merugi. Hasil panennya anjlok, tidak sampai setengahnya.

“Padi yang biasanya dipanen dari lahan itu tidak kurang dari 15 ton lebih gabah padi. Tapi sekarang ini, hanya bisa menghasilkan sekitar 6 ton saja,”kesalnya.
Muchtar pun mengaku sangat rugi akibat kejadian tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Kita sebagai petani sangat rugi, belum biaya pemeliharaan untuk beli obat dan pupuk yang terus mahal,”bebernya.
Dijelaskan Muchtar, pupuk dan obat-obatan untuk tanaman padi dari waktu ke waktu harganya terus naik. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan hasil semakin menurun drastis.

“Bertani sekarang mah, biaya produksi tinggi dan hasil panen semakin rendah,”ujarnya.
Dirinya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait, lebih memperhatikan kondisi para petani. Terutama tentang harga pupuk dan obat-obatan untuk bertani yang harganya makin mahal.

“Supaya petani ini tidak selalu rugi, akibat harga pupuk dan obat-obat yang semakin mahal,”terangnya.