Pemkot Sukabumi Dorong Standarisasi Homestay dan Pondok Wisata

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri acara pelatihan pengelolaan homestay dan pondok wisata di Hotel Taman Sari, Selasa (17/5).

CIKOLE — Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi menggelar pelatihan pengelolaan homestay dan pondok wisata, Selasa (17/5).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Taman Sari tersebut, dibuka langsung oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi dan dihadiri Kepala Disporapar Kota Sukabumi Tejo Condro Nugroho serta para pejabat lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota sukabumi ini meminta, agar pelatihan homestay tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk standarisasi dan pengembangan perekonomian serta pengalaman bagi warga dengan pelayanan terbaik.

”Pelatihan ini harus terus digencarkan. Harapannya standarisasi homestay dan pondok wisata dapat diperbaiki pelayanan untuk lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar walikota.

Menurut dia, dalam City Branding dikenal dengan konsep pengalaman ekonomi. Konsep ini merupakan salah satu penentu wisatawan kembali berkunjung ke satu wilayah, terutama di Kota Sukabumi.

“Pelayanan harus terstandarisasi dengan baik misalnya seperti di perbankan,” tambahnya.

Ia meyakini, wisata sebagai salah satu potensi berkembang sesuai dengan percepatan kondisi di lapangan untuk meningkatkan di suatu wilayah. Ada beberapa potensi yang bisa di tingkatkan pasca pandemi ini.

“Ada tujuh ekonomi baru pasca pandemi salah satunya pariwisata. Di mana setelah pandemi ingin tetap sehat dan senang dengan berwisata meskipun wisata sederhana,” terangnya.

Walikota menilai, para wisatawan hampir setiap akhir pekan kerap berkunjung ke Sukabumi. Meski sering terjebak macet, tetapi masyarakat luar Sukabumi tetap ingin berwisata ke Sukabumi.

Terlebih setelah dicek di hotel okupansinya tinggi karena orang ingin wisata, misalnya di kabupaten tapi mereka menginap dan membeli oleh-oleh di Kota Sukabumi.

” Tentunya, pelayanan harus terstandarisasi. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yakni keramahtamahan yang akan dikenal oleh para pengunjung,” pungkasnya. (cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar