Waspadai HIV Hantui Remaja

  • Whatsapp

SUKABUMI — Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebutkan jumlah masyarakat yang terjangkit HIV/AIDS di Kota Sukabumi mencapai 1.167. Jumlah tersebut tercatat di lembaga Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Sukabumi yang dipimpin dirinya sampai Agustus 2017.

“Jumlahnya terus meningkat ya. Kemarin mencapai 1.167 orang,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi, Jum’at (15/9/2017). Menurut Fahmi, dari jumlah masyarakat yang HIV mayoritasnya dialami kawula muda, ibu rumah tangga (IRT) serta masyarakat umum lainnya.

Bacaan Lainnya

Soalnya, secara terperinci dirinya kurang begitu hapal. Akan tetapi menurutnya, jumlahnya terus menghawatirkan meskipun dirinya terus berjibaku melakukan pencegahannya. “Secara terperinci, saya kurang hafal ya. Tapi, dari jumlah segitu (1.167, red) didominasi kalangan remaja,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Fahmi yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi itu, dirinya mengharapkan kepada masyarakat yang tertular serta kepada masyarakat umum untuk dapat mencegah dirinya sendiri.

Artinya, mecegah untuk tidak menularkannya serta mencegah agar tidak tertular. “HIV ini kan hubungannya dengan individu ya. Jadi, individu yang bisa mencegah dirinya sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Fahmi, saat ini memiliki tugas di samping melakukan pencegahan lewat sosialisasi serta pengetesan HIV juga berkewajiban memberikan fasilitas kesehatan yang memadai untuk masyarakat yang terindikasi virus mematikan tersebut.

“Berbagai upaya pencegahan akan terus dilakukan. Agar, pergaulan para remaja mulai ke arah positif. Di mana dapat mengetahui betapa bahayanya virus itu,” katanya.

Untuk penanganan medis, lanjut Fahmi, sudah berkoordinasi dengan semua pihak terutama lintas sektoral dalam penanganan masyarakat yang terkena HIV. Mulai penanganan kesehatan di tingkat puskesmas sampai tingkat Rumah Sakit (RS).

Agar menurutnya, masyarakat yang terkena virus mematikan itu mendapat perawatan yang laik. “Mudah-mudahan, kesadaran di individunya yang ingin sembuh sangat kuat dan tidak menularkannya. Bagi masyarakat yang belum tertular, berperilakulah hidup sehat dan bersih dan tidak terjerumus pada seks bebas dan narkoba,” harapnya.

Soalnya, Fahmi mengaku, pencegahan virus ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Artinya, semua lapisan masyarakat harus menyetakan perang terhadap virus tersebut. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku terhadap orang yang terkena virus tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *