Pemerintah Kota Sukabumi

Walikota Sukabumi Resmikan TPS 3R di RW 08 Kelurahan Karangtengah

×

Walikota Sukabumi Resmikan TPS 3R di RW 08 Kelurahan Karangtengah

Sebarkan artikel ini
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat meresmikan TPS 3R mini di RW 08 Pasir Pogor Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh dari anggaran P2RW, Selasa (15/3).

GUNUNGPUYUH – Persoalan sampah di Kota Sukabumi masih menjadi persoalan bagi pemerintah daerah. Bahkan peningkatan volume sampah terus bertambah, terlebih saat memasuki masa pandemi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Endah Aruni mengatakan, sebelum masa pandemi Covid-19 jumlah sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul per hari mencapai 170 ton.

Bank bjb Tandamata

Namun, setelah masa pandemi, produksi sampah meningkat demgan rata-rata 180 ton per hari.

Ironisnya, lanjut Endah, volume sampah seberat 180 ton itu belum termasuk sampah yang ada di bantaran sungai dan didominasi sampah rumah tangga.

“Kami menaruh harapan pada TPA baru yang dibiayai APBN dan kini sedang dibangun berdekatan dengan TPA Cikundul. Meski sayang, proyek tersebut kini pembangunannya masih tersendat.

Untuk TPA Cikundul sendiri sekarang kondisinya sudah penuh. Usianya perkiraan kurang dari tiga tahun. Kalau pembangunan TPA yang dibiayai APBN selesai itu bisa lebih dari 3-5 tahun, tapi dengan pengelolaan yang benar.

Pembangunannya sempat delay, harusnya dari November tahun lalu itu sudah beres,” ungkap Endah kepada Awak media disela-sela peresmian TPS 3R mini di RW 08 Pasir Pogor Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (15/3).

Lanjut Endah, salah satu pola pengelolaan sampah yang bisa menjadi solusi adalah dengan pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Jika biasanya TPS 3R dibuat berbasis kecamatan atau kelurahan, kini bisa lebih sporadis dengan TPS3R berbasis RW.

Hal itu disampikan Endah usai menyambangi lokasi TPS3R mini di RW 08 Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh.

“Semakin banyak TPS3R semakin bagus. Karena selain menjaga lingkungan sekitar, juga pola pemilahan sampah di masyarakat akan membawa nilai ekonomis. Sampah bisa jadi uang.

Dari data yang kita catat, jumlah TPS3R di Kota Sukabumi yang skala besar jumlahnya ada 13. Tapi yang cukup konsisten beroperasi ada 5,” tandas Endah.

Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meresmikan TPS 3R mini di RW 08 Pasir Pogor Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh dari anggaran P2RW, Selasa (15/3).

Momen itu untuk menggaungkan semangat warga dalam memilah sampah agar keberadaan sampah menjadi berkah bukan musibah. Pada kesempatan itu hadir Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Endah Aruni dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Rahmat Sukandar, camat dan lurah.

”Sampah bisa menjadi berkah dan musibah,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Jadi musibah ketika sampah tidak dikelola dengan baik misalnya beberapa waktu lalu terjadi bencana banjir di Kelurahan Jayaraksa, Baros.

Hal itu salah satunya akibat masalah sampah yang menghambat aliran sungai dan ketika hujan air meluap menyebabkan banjir. Di sisi lain, sampah jadi berkah ketika dikelola dengan baik karena menghasilkan keuntungan misalnya bank sampah Sukabumi.

Fahmi mengatakan, produksi sampah setiap hari mencapai 180 ton. Sementara jumlah warga mencapai 362 ribu jiwa. Di mana dari mulai bayi hingga dewasa pun sudah memproduksi sampah.

”Produksi sampah luar biasa harus dikelola dengan baik untuk mengurangi sampah karena luasan TPA berkurang,” ungkap Fahmi. Dengan peresmian TPS 3R ini mampu memberikan semangat kepada RW dan disebarkan ke RT, dan elemen lainnya.

Bangunan TPS3R ini lanjut Fahmi, jadi titik tolak RW mandiri dari sisi anggaran dan bisa berjalan pengelolaan sampah. Dari rumah plastik dan non plastik atau organik dan anorgani dipilah sehingga memudahkan petugas.

”Semoga masalah sampah di kota semakin dapat diminimalisir dan sampah jadi berlah bagi warga yang mengelolanya,” imbuh Fahmi. TPS 3R ini jadi role model atau percontohan pengelolaan sampah berbasis RW di daerah lain. (cr1/t)