Wakil Wali Kota Sukabumi : Jangan Melupakan Sejarah Bojongkokosan

Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami
Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin saat mengahadiri upacara peringatan Hari Juang Siliwangi di Palagan Bojongkokosan, Jumat (9/12).

SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami turut menghadiri upacara peringatan Hari Juang Siliwangi yang digelar di Palagan Bojongkokosan, Jumat (9/12).

Kehadiran Wakil Walikota Sukabumi ini membawa misi bagi para pemuda agar tidak melupakan sejarah bojongkokosan dan untuk mewarisi semangat perjuangan para pahlawan.

Bacaan Lainnya

Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, pertempuran Bojongkokosan pada tanggal 9-12 Desember 1945 dan pertempuran pada tahun 1946 itu, harus menjadi teladan para pemuda saat ini, terlebih nilai-nilai semangat juang harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hanya dengan menghargai sejarah perjuangan para pahlawan, nilai dan semangat kebangsaan akan tumbuh dalam diri generasi muda,” ujar Andri disela-sela acara.

Andri menjelaskan, ketika semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu negeri ini, khususnya para pejuang Sukabumi sudah mulai luntur, maka perlu dilakukan ikhtiar kolektif untuk menumbuhkan kembali semangat dalam diri generasi muda saat ini.

“Narasi perjuangan harus terus dibahasakan mulai dari keluarga, masyarakat, terutama di dunia pendidikan, dengan mengenal sejarah perjuangan bangsa, kita berharap semangat perjuangan dapat tumbuh kembali terutama di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Sambung dia, perrtempuran Bojongkokosan berdampak pada peristiwa perjuangan lainnya, misalnya terhadap peristiwa Bandung Lautan Api. Pertempuran Bojongkokosan telah menjadi sebuah rekam jejak semangat patriotisme para pejuang Sukabumi dalam menghadapi tentara sekutu.

“Bahkan, serangan udara tentara sekutu terhadap kantung pertahanan Laskar Sukabumi tercatat sebagai serangan udara terbesar selama Perang Dunia II,” sambungnya.

Lanjut Andri, pertempuran Bojongkokosan adalah perjuangan heroik para pejuang Sukabumi, pertempuran ini telah mengubah alur sejarah kolonialisme dunia dan peristiwa Bojongkokosan telah mempengaruhi parlemen Inggris untuk menolak keterlibatan negaranya dalam pertempuran Indonesia dengan Belanda menghormati keinginan rakyat Indonesia merdeka.

“Ya, peristiwa Bojongkokosan pada tahun 1945-1946 menjadi bukti sejarah bahwa Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang memiliki andil besar di masa revolusi,” pungkasnya. (Cr4/t).

Pos terkait