Usulan RAPBD 2018 Naik 5 Persen

CIKOLE – Pemda Kota Sukabumi mengusulkan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) untuk tahun 2018 mendatang sebesar lebih dari Rp1,181 triliun. Jumlah usulan kebutuhan anggaran tersebut lebih tinggi atau mengalami kenaikan sekitar 5,3 persen dari anggaran pendapatan daerah tahun ini.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar Sukabumi, pada tahun anggaran 2017 besaran anggaran pendapatan daerah mencapai Rp1,124 triliun. Sementara pada RAPBD untuk tahun 2018 yang diusulkan Pemda Kota Sukabumi berkisar Rp1,181 triliun. Saat ini usulan RAPBD tersebut tengah dalam proses pembahasan DPRD setempat.

Bacaan Lainnya

“Usulan RAPBD tahun 2018 sudah masuk tahapan pembahasan antara tim anggaran dari pihak eksekutif dengan Badan Anggaran DPRD. Sementara untuk kajian lebih lanjutnya, kami telah membentuk panitia khusus (Pansus),” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Tatan Kustandi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Sukabumi DR Hanafie Zain mengakui jika usulan RAPBD untuk tahun depan mengalami kenaikan sekitar 5,3 persen. Disebutkannya ada sejumlah pos yang pengalokasian anggarannya mengalami kenaikan, terutama di sektor indeks pembangunan manusia (IPM), yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

“Pemerintah daerah masih tetap komitmen pada peningkatan IPM. Ini bisa dilihat dari besaran anggaran untuk pos-pos yang menjadi indikator IPM. Seperti bidang pendidikan pengalokasian danannya bisa mencapai 30 persen dari total APBD,” ujar Hanafie kepada Radar Sukabumi, Senin (23/10).

Disamping itu sektor perdagangan juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam upaya mendongkrak perekonomian warga. Hanafie menyebutkan untuk sektor yang satu ini terdapat berbagai bentuk bantuan yang bisa dimanfaatkan warga untuk penguatan modal usaha atau membuka usaha keluarga.

“Beberapa bantuan yang diproyeksikan untuk pelaksanaan program tahun depan sebagai upaya penguatan perekonomian warga. Sektor perdagangan yang dimaksudkan tidak selamanya dalam bentuk infrastruktur pasar, tetapi juga penguatan modal usaha warga agar bisa menciptakan produk lokal yang bernilai jual tinggi,” ungkapnya.(Ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *