SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus menggenjot penanganan kasus penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Tuberkulosis (TB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Misalnya saja, dengan diresmikannya Sekretariat Komite Koordinasi Penanggulangan AIDS, Tuberkolosis dan malaria (K2PATM) di kompleks Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.
“Kalau sebelumnya masing-masing, namun amanat yang akan dilaksanakan semua bergabung jadi satu kesatuan. Sebab kasus AIDS, TB dan Malaria jadi prioritas percepatan dalam penanganannya,” ungkap Ketua K2PATM Kota Sukabumi sekaligus Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Lanjut Achmad Fahmi, lembaga baru K2PATM ini mampu menguatkan sinergitas dan meningkatkan indeks kesehatan warga. “Karena semua elemen baik pemerintah dan yang lainnya bersatu dalam penanganan penyakit tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, kata Fahmi, pemda menangani pandemi Covid-19 dan menjadi yang terbaik terbaik di tingkat nasional. Kendati semikian, tantangan dunia kesehatan makin berat pasca pandemi sangat banyak tantangan di waktu mendatang.
“Saya titipkan benar lakukan percepatan kemampuan personal melalui organisasi profesi. Bagaimana membangun kolaborasi harus yang baik,” bebernya.
Achmad Fahmi bersyukur layanan yang langsung mendatangi warga Sigap dan Homecare mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. “Ke depan inovasi akan terus digencarkan dalam pelayanan,” pungkasnya. (why)






