Korpri Dituntut Lebih Berinovasi dan Profesional

  • Whatsapp
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat melakukan pengecekan pasukan pada upacara hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 48 di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi.

KOTA SUKABUMI – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memperingati hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 48 di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (29/11).

Fahmi meminta agar birokrasi selalu berinovasi dan profesional sesuai dengan amanat presiden RI, Joko Widodo.

Bacaan Lainnya

Terlebih anggota Korpri dituntut untuk terus berkarya dengan inovasi dan terobosan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjadi garda terdepan merajut persatuan.

Untuk itu Fahmi mengajak anggota Korpri bekerjasama dalam kepentingan dan kemajuan Kota Sukabumi sesuai amanat RPJMD 2005-2025. Mewujudkan Kota Sukabumi sebagai kota pusat pelayanan jasa terpadu bidang perdagangan, kesehatan dan pendidikan berlandaskan iman dan takwa. “

Hal itu dibingkai visi misi walikota dan wakil walikota mewujudkan Kota Sukabumi religius, nyaman dan sejahtera,” ujarnya.

”Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu, kita tidak boleh takut,” sambung Fahmi.

Tidak hanya itu, Fahmi mendorong anggota Korpri untuk menghadapi persaingan dengan kecepatan, kreativitas dan inovasi. Menurut dia, cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. “Anggota Korpri harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” katanya.

Oleh karena itu Pemerintah mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. “Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear dan tidak ada lagi kerja rutinitas,” tambahnya.

Fahmi mengatakan Birokrasi harus berubah dengan membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan. Presiden mengajak seluruh Anggota KORPRI untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi.

” Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *