Kendalikan DBD, Dinkes Kota Sukabumi Gencarkan ABJ

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi
Petugas Dinas Kesehatan Kota Sukabumi saat melakukan fogging

SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, berupaya mengendalikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan mengajak masyatakat bersama peduli terhadap kesehatan lingkungan di sekitar rumah untuk meningkatkan angka bebas jentik nyamuk (ABJ).

Plt Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti menjelaskan, angka bebas jentik Kota Sukabumi pada 2022 sebesar 91 persen dari target 95 persen.

Bacaan Lainnya

“Dalam pengendalian kasus DBD kami menggencarkan langkah 3M Plus yakni, menguras, menutup, mendaur dan mencegah sepeti memakai kelambu, mamakai lotionanyi nyamuk, tanaman pengusir nyamuk dan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J),” jelas Wita kepada Radar Sukabumi, Kamis (5/1).

Menurutnya, adapun upaya melakukan fogging dinilai tidak efektif dan menimbulkan resistensi. “Ketika ada gejala DBD masyarakat harus segera melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan,” ucapnya.

Disinggung soal jumlah kasus DBD, Wita membeberkan, jumlah total kasus terhitubg Januari hingga Desember 2022 terdapat sebanyak 1028 kasus dan 13 orang diantaranya meninggal dunia.

“Jika melihat dari data yang ada kasus tertinggi terdapat pada Januari dan Februari. Dari jumlah total kasus yang ada 13 orang meninggal dunia,” bebernya.

Wita berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan Dinkes Kota Sukabumi dapat menekan tingginya kasus DBD pada 2023 ini. “Semoga dengan upaya yang dilakukan DBD dapat terkendali,” harapnya. (bam)

Pos terkait