Menurut Fahmi, pemkot berharap anggota DPR RI daerah pemilihan Kota/Kabupaten Sukabumi lainnya dapat bersinergi dalam membangun Sukabumi. Kolaborasi ini dalam rangka berkhidmat untuk masyarakat Kota Sukabumi.
Dia tambahkannya, perencanaan pembangunan melalui dua kanal. Pertama, musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dengan pelibatan masyarakat yang diinisiasi eksekutif. Jalur kedua melalui reses anggota DPRD kota, DPRD Jabar dan DPR RI.
Kedua saluran ini menjadi hak warga untuk menyampaikan aspirasi dan harapan jika dioptimalkan maka aspirasi dan kebutuhan warga bisa terfasilitasi.
“Melalui reses, anggota DPR ini mampu membuat pembangunan di Sukabumi semakin membaik dari waktu ke waktu,” tambah Fahmi.
Pada kegiatan tersebut, wali kota menyampaikan, hari ini bertepatan dengan Hari Peduli Sampai Nasional. Kota Sukabumi telah meluncurkan Sukabumi Cinta Lingkungan (Cling) sebagai wujud kepedulian pemkot terhadap lingkungan.
Peluncuran Sukabumi Cling ini sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan yang telah mengalami kerusakan secara global. Selain itu, Pemkot Sukabumi juga meluncurkan gerakan cegah, pilah, dan olah (Ceu Piah), yakni gerakan berbasis pengeolaan sampah berbasis keluarga dan Cling berbasiskan masyarakat.
Lebih lanjut Walikota menambahkan, selain bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, setiap tanggal 21 Februari juga diperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.
Pemkot Sukabumi akan menempelkan ornamen-ornamen atau hiasan berbahasa Sunda sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian bahasa ibu. (cr1/t)






